Ruang Lingkup Baca Tulis Al-Qur'an
Bicara tentang cinta
bicara manusia, bicara tentang manusia bicara tentang setia. Itulah mungkin
kalau kita bicara tentang cinta akan merembet seperti itu. Tetapi ketika kita
berbicara tentang Al-Qur’an juga akan kita temui bahwa kita akan berbicara tentang masalah-masalah yang terkandung didalamnya. Pada pembahasan artikel kali ini akan
membahas suatu yang terkandung dalam Al-Qur’an yaitu tentang pengertian ayat
gharibah, klasifikasi ayat gharibah, pengertian sujud tilawah, keutamaan sujud
tilawah, hukum sujud tilawah, tata cara sujud tilawah dan tempat tempat ayat
sajadah.
Mungkin
kita asing dengan apa yang dimaksud dengan ayat gharibah. Karena memang yang
disebut dengan ayat gharibah adalah istilah ayat ayat asing yang terkandung
dalam Al-Qur’an. Ayat-ayat gharibah itu sendiri terdiri dari : Pertama : Isyam,
yaitu menampakan dhomah terbuang dengan isyarat bibir diayunkan tanpa merubah
suara. Kedua : Sajadah, yaitu apabila
membaca atau mendengar ayat ayat ini disunahkan untuk melakukan sujud tilawah. Ketiga : Tashil, yaitu membaca hamzah dengan suara tidak jelas sehingga
mirip ha, dengan tujuan agar lebih mudah.
Selanjutnya,
yang Keempat : Imalah, yaitu membaca huruf berharakat fathah yang dimiringkan
ke kasroh. Kelima : Nun wiqayah,
yaitu nun yang harus dibaca kasroh ketika tanwin bertemu dengan hamzah washol
agar tanwin tetap terjaga. Keenam : Naql yaitu memindahkan harakat hamzah
keharakat sebelumnya. Ketujuh :
Shifrul Mustadir, yaitu bulatan sempurna yang diletakan di atas huruf mad, yang
menunjukan bahwa mad tersebut tidak dibaca panjang, baik ketika washol ataupun
waqaf. Kedelapan : Shifrul
Mustathilul, yaitu bulatan lonjong tegak yang diletakan diatas huruf mad. Mad
tersebut tidak dibaca panjang ketika washal,namun dibaca panjang ketika
waqaf baik di tengah ataupun di akhir
ayat.
mantap
BalasHapus