Bayu

Jumat, 04 November 2016

Ruang Lingkup Baca Tulis Al-Qur'an


Ruang Lingkup Baca Tulis Al-Qur'an

Bicara tentang cinta bicara manusia, bicara tentang manusia bicara tentang setia. Itulah mungkin kalau kita bicara tentang cinta akan merembet seperti itu. Tetapi ketika kita berbicara tentang Al-Qur’an juga akan kita temui bahwa kita akan berbicara tentang masalah-masalah yang terkandung didalamnya. Pada pembahasan artikel kali ini akan membahas suatu yang terkandung dalam Al-Qur’an yaitu tentang pengertian ayat gharibah, klasifikasi ayat gharibah, pengertian sujud tilawah, keutamaan sujud tilawah, hukum sujud tilawah, tata cara sujud tilawah dan tempat tempat ayat sajadah.
            Mungkin kita asing dengan apa yang dimaksud dengan ayat gharibah. Karena memang yang disebut dengan ayat gharibah adalah istilah ayat ayat asing yang terkandung dalam Al-Qur’an. Ayat-ayat gharibah itu sendiri terdiri dari : Pertama : Isyam, yaitu menampakan dhomah terbuang dengan isyarat bibir diayunkan tanpa merubah suara. Kedua : Sajadah, yaitu apabila membaca atau mendengar ayat ayat ini disunahkan untuk melakukan sujud tilawah. Ketiga : Tashil, yaitu membaca hamzah dengan suara tidak jelas sehingga mirip ha, dengan tujuan agar lebih mudah.            
            Selanjutnya, yang Keempat : Imalah, yaitu membaca huruf berharakat fathah yang dimiringkan ke kasroh. Kelima : Nun wiqayah, yaitu nun yang harus dibaca kasroh ketika tanwin bertemu dengan hamzah washol agar tanwin tetap terjaga. Keenam : Naql yaitu memindahkan harakat hamzah keharakat sebelumnya. Ketujuh : Shifrul Mustadir, yaitu bulatan sempurna yang diletakan di atas huruf mad, yang menunjukan bahwa mad tersebut tidak dibaca panjang, baik ketika washol ataupun waqaf. Kedelapan : Shifrul Mustathilul, yaitu bulatan lonjong tegak yang diletakan diatas huruf mad. Mad tersebut tidak dibaca panjang ketika washal,namun dibaca panjang ketika waqaf  baik di tengah ataupun di akhir ayat.